Resistensi, Loyalitas, dan Perjuangan Politik

Oleh: Adin Jaelani, S.E., M.E.

Ketua DPD PKS Karawang

 

Dalam dunia politik, sering kali kita menyaksikan sesuatu yang memprihatinkan: politik dipahami hanya sebagai jalan untuk mendapatkan sesuatu, bukan sebagai ruang untuk memberikan sesuatu. Politik lalu dipersempit menjadi alat meraih jabatan, fasilitas, pengaruh, atau keuntungan pribadi. Padahal sejatinya, politik adalah medan pengabdian—tempat di mana seseorang diuji bukan hanya oleh ambisinya, tetapi juga oleh ketulusan perjuangannya.

Resistensi adalah bagian yang tak terpisahkan dari setiap perjuangan. Jalan yang benar tidak selalu mudah. Akan ada penolakan, tekanan, bahkan fitnah. Namun di situlah kualitas perjuangan diuji. Orang yang berjuang dengan niat yang lurus tidak akan mundur hanya karena tidak dihargai atau tidak diuntungkan. Ia tetap melangkah, karena yang ia kejar bukan sekadar hasil, tetapi nilai dari perjuangan itu sendiri.

Loyalitas dalam politik bukan sekadar bertahan saat keadaan nyaman. Loyalitas sejati adalah tetap setia dalam kondisi sulit, tetap berdiri ketika badai datang, dan tetap memegang prinsip ketika banyak orang memilih jalan pintas. Loyalitas bukan kepada kepentingan sesaat, melainkan kepada amanah, kepada cita-cita, dan kepada nilai yang diyakini kebenarannya. Sebab mereka yang setia karena imbalan, akan pergi ketika imbalan itu hilang.

Dan perjuangan politik yang bermakna adalah perjuangan yang didasari semangat memberi, bukan sekadar mengambil. Memberi waktu, tenaga, pikiran, bahkan kenyamanan diri demi hadirnya manfaat bagi masyarakat luas. Politik yang benar adalah politik pengabdian dan pengorbanan. Ia tidak selalu menghadirkan tepuk tangan, tidak selalu menghadirkan balasan, bahkan sering kali hanya menghadirkan lelah. Namun justru di situlah letak kemuliaannya.

Karena itu, kita harus menegaskan: berpolitik bukan tentang apa yang bisa kita dapatkan, tetapi apa yang bisa kita berikan. Bukan tentang berapa banyak yang kembali kepada diri kita, tetapi berapa banyak kebaikan yang lahir dari langkah kita. Pengorbanan yang diberikan tidak semestinya berharap balasan, kecuali berharap bahwa setiap ikhtiar dicatat sebagai kebaikan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, politik yang mulia adalah politik yang melahirkan pejuang, bukan pemburu keuntungan. Politik yang melahirkan pengabdi, bukan penagih balas jasa. Politik yang menjadikan resistensi, loyalitas, dan perjuangan sebagai jalan panjang menghadirkan maslahat. Sebab ketika politik dijalani sebagai jalan memberi dan berkorban, ia akan menjadi ladang amal, ladang pengabdian, dan ladang kemuliaan.

Share this post!

Dewan Pimpinan Tingkat Daerah

Partai Keadilan Sejahtera

Kabupaten Karawang

Jl. Singaperbangsa No.4, Nagasari, Kec. Karawang Bar., Karawang, Jawa Barat 41312

Telp: (0267) 410625

Follow Sosial Media PKS Karawang

Copyright © 2025 · Website Resmi PKS Kab. Karawang dikelola oleh Bidang KOMDIGI PKS